Chat with us, powered by LiveChat

Leicester Sudah Belanja Rp 1,3 Triliun, Fans Arsenal Hanya Bisa Frustasi

Mantan pemain Arsenal, Jeremie Aliadiere, mengaku frustasi dengan aksi mantan timnya di bursa transfer awal musim 2019/2020. Dia kesal karena The Gunners kalah aktif dibanding Leicester City.

judi casino – Arsenal sejauh ini masih belum juga mendatangkan pemain baru di bursa transfer. Arsenal sering disebut tertarik membeli Wilfried Zahan dan Kieran Tierney. Tapi, kedua pemain belum juga bergabung. casino online

Sementara, Leicester sejauh ini telah membeli tiga pemain baru. Mereka adalah Youri Tielemans [40 juta pounds], Ayoze Perez [30 juta pounds] dan James Justin [6 juta pounds]. The Foxes lebih aktif dari Arsenal.

Pernah bermain di Arsenal membuat Aliadiere mendaku bahwa dirinya adalah fans klub asal London Utara. Dia tentu ingin melihat klub mampu berbicara banyak di bursa transfer, ada pemain bintang yang dibeli. Hal yang justru membuatnya frustasi.

“Saya adalah fans Arsenal,” ucap Aliadiere kepada 888sports yang dinukil dari Goal International.

“Hal yang membuat Anda merasa frustasi adalah ketika klub seperti Leicester, yang -dengan segala hormat- adalah klub lebih kecil, menghabiskan 75 juta pounds [sekitar Rp 1,3 triliun] pada musim panas ini tetapi Arsenal tidak mampu melakukannya,” sambung Aliadiere.

“Sulit untuk memahami kemana uang itu mengalir,” tegas eks pemain Middlesbrough tersebut. Aliadiere melihat tidak ada langkah yang serius dari Arsenal pada bursa transfer kali ini. Dia berkaca pada kasus transfer Wilfried Zaha, dimana Arsenal mengajukan harga yang jauh di bawah harga yang diminta Crystal Palace.

“Zaha harusnya dihargai 80 juta pounds tetapi Arsenal mengajukan tawaran hanya setengah harga. Jika itu benar, sepertinya agak konyol dan bisa dianggap hal yang tidak sopan pada Palace,” tegas Aliadiere.

Arsenal memang disebut punya dana terbatas untuk bursa transfer musim panas 2019 ini. Unai Emery hanya mendapatkan bekal sebanyak 40 juta pound saja. Jika ingin mendapat uang lebih banyak, dia harus menjual pemain lebih dulu.